Monday, September 28, 2015

PKS: Guru adalah Pilarnya 4 Pilar MPR RI

H. Ahmad Zainuddin
CIREBON (31/8) - Kehadiran guru sangat penting untuk menguatkan semangat nasionalisme di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru harus mengajarkan nilai-nilai dasar tentang konstitusi, ideologi, dan falsafah bangsa.

Menurut Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Zainuddin, 4 pilar dasar yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus diajarkan secara komprehensif kepada setiap warga negara sejak dini.

Pimpinan MPR Harapakan Mahasiswa Jangan Alergi Berpolitik

Drs Almuzzammil Yusuf (belakang kanan)
BANJARMASIN - Sekarang ini jamannya bully membully atau mengejek-ngejek atau menghina.  Jika di dunia politik yang banyak terkena bully adalah para politikus.  Di kalangan generasi muda terutama mahasiswa, imej politikus sangat buruk sekali sehingga menjadi sasaran bully terutama politikus yang menjadi anggota dewan.

Hal tersebut sangatlah wajar, sebab generasi muda menginginkan kesejahteraan untuk rakyat.  Tapi, jangan langsung mencap politikus dan anggota dewan itu haram sehingga menjauhkan diri dari cita-cita menjadi politikus. Seharusnya mahasiswa jangan alergi tapi harus berani maju dan memperbaiki semua dari dalam.

Hidayat Nur Wahid: Idul Adha Ajarkan Agar Tidak Egois Dan Egosentris

Dr Hidayat Nur Wahid
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi imam dan khatib shalat Idul Adha di Lapangan Yonzikon 14 /SWC, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis 24 September 2015.

Memaknai Idul Adha, Hidayat mengatakan bahwa Idul Adha adalah momentum dan intervensi agama yang sangat baik dan menyegarkan kembali semangat pengorbanan, yaitu berkorban untuk kepentingan yang lebih besar.

"(Dengan Idul Adha) Kita diajarkan untuk tidak berpikir egoistis, egosentris, ego kelompok, ego sektoral, maupun berpikir jangka pendek," katanya kepada pers usai shalat Idul Adha.

Wakil Ketua MPR: Isu Soal Pemotongan Anggaran Pendidikan Hoax

Dr Hidayat Nur Wahid
MAKASSAR - Banyak isu fenomenal yang berkembang negatif di masyarakat di dunia pendidikan Indonesia antara lain, soal  isu pengurangan anggaran pendidikan oleh pemerintah dan isu pembubaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Soal isu akan adanya pengurangan anggaran pendidikan oleh pemerintah, menurut Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, kabar tersebut adalah kabar hoax atau tidak benar.  Kalau diperhatikan Pidato Kenegaraan Presiden terkait nota keuangan 2016 di Rapat Paripurna DPR tahun 2015 yang lalu, tidak disebutkan sama sekali tentang pengurangan anggaran pendidikan.  Dan lagi anggaran soal pendidikan sudah dipatok bahkan oleh UUD yakni sekurang-kurangnya 20 persen.  Jika pemerintah berani menguranginya, berarti pemerintah melanggar UUD dan itu tidak mungkin.

Legislator PKS: Perkuat Ideologi Kebangsaan!

Dr H M Gamari Sutrisno anggota F-PKS MPR RI
PATI - Sangat memprihatinkan jika radikalisme dan terorisme cenderung dilabelkan pada salah satu agama atau kelompok tertentu.  Keadaan semacam ini perlu dikoreksi untuk menghindari stigma negatif atas suatu keyakinan yang sesungguhnya mengajarkan perdamaian dan kesantunan.

Hal ini dikemukakan anggota MPR RI dari FPKS, Gamari Sutrisno saat melaksanakan kegiatan Sosilisasi Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 di Pati, Jawa Tengah.

Mengutip  rilis tertulisnya di Jakarta, menurut Gamari, sangat penting untuk menyosialisasikan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 sebagai ideologi kebangsaan kepada berbagai kalangan masyarakat.