Sunday, November 13, 2016

Wakil Ketua MPR: Ini Negara Demokrasi, Siapapun Boleh Menyelenggarakan Demonstrasi

HNW: Ini Negara demokrasi, Siapapun boleh demonstrasi
BEKASI - Menjawab pertanyaan puluhan wartawan soal rencana aksi pada 19 November dan 25 November yang dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda, Wakil Ketua MPR mengatakan, "tidak masalah," ujarnya di Kota Bekasi, Jawa Barat, 13 November 2016.

Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi, siapapun boleh menyelenggarakan demonstrasi. Meski demikian ditegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan tak boleh anarkhis dan melanggar hukum.

Menurut Hidayat Nur Wahid, demonstrasi besar-besaran yang kemarin terjadi bukan main-main. "mereka ingin menegakkan hukum," tegasnya. "menistakan Al Quran merupakan suatu hal yang serius," tambahnya.

Wakil Ketua MPR: Kita Tagih Janji Presiden Yang Hendak Menegakkan Hukum

Hidayat Nur Wahid: Kita tunggu janji Presiden Jokowi
BEKASI - Saat diwawancarai puluhan wartawan tentang dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dengan tegas mengatakan, kita menagih janji Presiden Joko Widodo. Dikatakan, Joko Widodo pernah menegaskan dirinya tidak melakukan intervensi pada kasus hukum itu dan berjanji tidak akan melindungi Ahok. "Hukum ditegakkan itu yang sekarang kita tunggu," ujarnya di Kota Bekasi, Jawa Barat, 13 November 2016.

Saat gelar perkara, Hidayat Nur Wahid menunggu janji Joko Widodo itu terealisasi. Hal demikian diharapkan sebab saat melakulan safari ke berbagai ulama, Joko Widodo mengatakan bahwa hukum harus ditegakkan dan tidak melindungi Ahok.

Wakil Ketua MPR: Jangan Nistakan Al Quran

JAKARTA - Di tengah ribuan Komunitas One Day One Juz (ODOJ) yang berkumpul di Stadion Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat, 13 November 2016, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan dirinya bersyukur bisa berkumpul di tengah ribuan anggota Komunitas One Day One Juz. Diungkapkan, di tengah berbagai masalah yang ada, ummat Islam tetap bisa berkreasi dalam meningkatkan perannya di Indonesia. "ummat Islam tak pernah kehilangan perannya di Indonesia," ujarnya.

Disebut, Komunitas One Day One Juz telah memberi kontribusi yang positif tidak hanya kepada bangsa dan negara namun juga pada dunia. "memberi kontribusi bagaimana mencintai Al Quran," ujarnya. Dikatakan, dengan mencintai Al Quran maka ummat bisa dekat dengan Al Quran.

Penggunaan nama komunitas yang memakai bahasa Inggris menurut Hidayat Nur Wahid sebagai bukti ummat Islam adalah ummat yang terbuka. "Islam mengajarkan keterbukaan dan mendorong kita untuk belajar dari manapun," paparnya. "kita disuruh membaca apa saja," tegasnya.

Saturday, November 12, 2016

HNW: Tidak Benar Partai Islam Anti Pancasila Dan UUD NRI Tahun 1945

HNW (jas hitam) saat sosialisasi 4 pilar di Jakpus
JAKARTA - Di hadapan ratusan warga Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, 12 November 2016, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR, mengatakan, MPR adalah lembaga negara yang diberi amanah untuk melaksanakan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Diungkapkan oleh Hidayat Nur Wahid, sosialisasi seperti ini kali pertama dilakukan oleh MPR ketika lembaga negara itu dipimpinnya. Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR Periode 2004-2009. Dengan asal dari PKS, partai Islam, maka Hidayat Nur Wahid mengatakan, ini bukti bahwa partai Islam tak anti Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Saturday, November 5, 2016

MPR Dan Pemkab Aceh Tenggara Pentaskan Seni Beragam Etnik Di Kutacane

Nasir Djamil (pegang alat musik tradisional)
KUTACANE - Kutacane adalah ibukota Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Kutacane dapat dijangkau dari Kota Medan, dengan jarak tempuh 7 sampai 8 jam menggunakan kenderaan roda empat. Tapi, kalau bertolak dari Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh, menuju Kutacane butuh waktu hampir 24 jam, juga dengan kendaraan roda empat.

Kabupaten Aceh Tenggara terletak di sebuah lembah, diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Leuser dan Bukit Barisan. Bertetangga dekat dengan Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Maka tak heran kalau penduduk  Kabupaten Aceh Tenggara ini banyak terdapat  etnis Batak. Mereka hidup berdampingan dengan etnik Alas (suku bangsa asli Aceh Tenggara), dan hidup rukun dengan  etnik-etnik lainnya.