Monday, March 28, 2016

HNW Hadiri Doa Dan Dzikir Bersama Di SMA Lab School Jakarta

Hidayat saat di SMA Lab School
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menghadiri gelar acara doa dan dzikir bersama murid-murid kelas 12 SMA Lab School Jakarta dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) April 2016 nanti.  Acara yang digelar selepas sholat Isya bersama di Masjid Baitul Ilmi, kompleks SMA Lab School Jakarta, Kamis malam (24/3) dihadiri seluruh siswa kelas 12 beserta orang tua murid.

Hidayat Nur Wahid adalah salah satu orang tua murid yang hadir turut berdoa dan berdzikir mendoakan anaknya Hubaib Shidiqqi yang menuntut di SMA Lab school dan sebentar lagi akan berjuang menghadapi Ujian Nasional.

Pimpinan MPR Suarakan Empat Pilar Di Talkshow Parenting

Hidayat Nur Wahid sebagai keynote speech
JAKARTA - Geliat dan suara Sosialisasi Empat Pilar MPR bergema dimana-mana dan diberbagai elemen masyarakat dan diberbagai momen. Salah satunya adalah momen Talkshow Parenting dengan tema ' Tentukan Sikap Kita Hadapi Penyimpangan Seksual (LGBT) yang diselenggarakan Rumah Keluarga Perduli dan Yayasan Dakwatuna Perduli yang diselenggarakan di Graha SMK 57, Jakarta, Minggu (20/3) dan dihadiri ratusan orang tua sebagai peserta dengan narasumber dari kalangan psikolog keluarga

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang dalam kesempatan itu didaulat menjadi keynote speech dan membuka acara mengungkapkan bahwa sejak ramai masalag LBGT diperbincangkan berbagai kalangan, kesadaran masyarakat soal bahaya pengaruh LGBT meningkat.  Bahkan kesadaran masyarakat itu berimbas dengan dilarangnya tayangan televisi menampilkan gaya kebanci-bancian.

TB Soenmandjaja: Ketidakadilan Sosial Bisa Menciptakan Radikalisme

Soenmandjaja saat ngobrol bareng dengan netizens Jogya
YOGYAKARTA - Dikatakan oleh anggota MPR dari Fraksi PKS, TB Soenmadjaja dalam acara Netizens Jogja Ngobrol Bareng MPR, 19 Maret 2016, di Jogjakarta, radikalisme dan fundametalisme bisa disebabkan oleh tiga hal.

Tiga hal itu adalah karena faktor keluarga, pada masa lalunya bisa saja karena dulunya keluarga mereka mengalami konflik sehingga apa yang dialami membekas pada dirinya. Faktor kedua adalah proses pendidikan atau pengajaran. Faktor ketiga, karena pilihan. "Seseorang bisa memilih menjadi radikal atau tidak," ujarnya.

TB. Soenmandjaja: Kita Negara Hukum Yang Menjunjung Tinggi Azas Praduga Tak Bersalah

TB Soenmandjaja (tengah batik)
YOGYAKARTA - Saat memberi materi dalam acara Netizen Jogja Ngobrol Bareng MPR, 19 Maret 2016, di Kota Jogjakarta, anggota MPR dari Fraksi PKS, TB. Soenmadjaja mengatakan dirinya sudah memberi masukan kepada Kapolri dan Kepala BNPT dan Densus dalam masalah pemberantasan terorisme.

Soenmandjaja mengacu kepada konstitusi bahwa negara kita adalah negara hukum dengan ciri menjunjung azas praduga tidak bersalah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum, dan proses hukum berdasar perundangan yang berlaku.

Thursday, March 17, 2016

Amandemen Terbatas Paling Lambat 2017

Tb. Soenmandjaja (batik merah berpeci)
JAKARTA - Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono mengungkapkan berdasarkan hasil Badan Pengkajian selama ini sebagian besar masyarakat setuju dengan dikembalikannya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kewenangan MPR untuk membuat GBHN ini merupakan salah satu usulan untuk amandemen terbatas UUD.

"Soal amandemen terbatas ini sudah dibicarakan di MPR. Kita harapkan pada tahun 2016 ini kita sudah mulai (untuk amandemen terbatas). Kalau tidak tahun ini, paling lambat tahun 2017," kata Bambang Sadono dalam diskusi yang diselenggarakan MPR dan wartawan parlemen di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 15 Maret 2016. Turut berbicara dalam diskusi ini Tb Soenmandjaja (Wakil Ketua Badan Pengkajian) dan Ma'ruf Cahyono (Sekretaris Jenderal MPR RI).