Monday, March 14, 2016

Pimpinan MPR Harap BKMT Berkiprah Atasi Masalah Bangsa

Hidayat Nur Wahid
JAKARTA - Saat ini harus diakui Indonesia banyak mendapatkan pujian internasional, Indonesia sangat diakui dunia salah satu contohnya adalah Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT OKI 2016.

Namun, tidak bisa disangkal juga, banyak masalah dan kedaruatan di dalam negeri antara lain soal korupsi, radikalisme, darurat narkoba.  Semua itu butuh kerjasama semua pihak untuk menyelesaikan itu semua.  Pemerintah dalam hal ini jangan menafikkan peran ormas di Indonesia salah satunya BKMT.

Ormas seperti BKMT yang sebagian besar anggotanya adalah kaum ibu jangan dipandang sebelah mata.  Partisipasi aktif anggota BKMT dalam kiprahnya ikut sebagai elemen solutif dalam berbagai kedaruratan bangsa sangat penting.  Mereka bisa menekankan atau mengajarkan anak-anaknya di rumah agar waspada narkoba dan waspada pengaruh radikalisme.

Tuesday, March 8, 2016

Hidayat Nur Wahid: Narkoba Lebih Berbahaya Dibanding Terorisme

Hidayat Nur Wahid menerima DPP IMM
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai narkoba sudah menjadi teror atau terorisme. Bahkan narkoba lebih berbahaya dibanding terorisme.

"Menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) setiap hari 40-50 orang meninggal akibat narkoba. Kerugian negara mencapai Rp 63 triliun. Narkoba ini merupakan persoalan besar," kata Hidayat Nur Wahid ketika menerima Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di ruang kerja, Gedung Nusantara III lantai 9 Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 7 Maret 2016. Delegasi DPP IMM dipimpin Sekjen Abdul Rahman.

Hadi Mulyadi: 4 Pilar Benteng Hadapi Tantangan Global

Hadi Mulyadi
MALANG - Perkembangan komunikasi saat ini telah berkembang sangat pesat. Internet sebagai salah satu hasil revolusi baru di bidang komunikasi menjadi jendela dunia yang dapat memberikan informasi yang tercepat. Namun perkembangan teknologi tersebut menimbulkan dampak yang positif dan negatif. Untuk itu diperlukan pemahaman dan penanaman terhadap nilai-nilai empat pilar sebagai benteng dalam menghadapi dampak negatif arus global. Hal tersebut di sampaikan Hadi Mulyadi mewakili Pimpinan MPR RI pada penutupan Sosialisasi Empat Pilar Metode Training Of Trainers (ToT) di Malang, Senin (7/3).

Monday, March 7, 2016

Curhat Aliansi Cinta Keluarga Indonesia Kepada Pimpinan MPR

Hidayat Nur Wahid menerima delegasi AILA
JAKARTA - Hampir seluruh kaum ibu di seluruh wilayah Indonesia saat ini gerah dengan berbagai fenomena negatif yang mengarah kepada degradasi moral dan penyimpangan moral contoh, makin maraknya tontontan televisi yang mengeksploitasi gaya-gaya feminim atau gaya kebanci-bancian, munculnya dan makin maraknya LGBT yang kini sudah tidak malu-malu lagi bahkan ada kebanggan tersendiri untuk membukanya di publik.

Keresahan dan kekhawatiran makin membuncah sebab semua hal negatif tersebut hadir dan mengelilingi anak-anak mereka dan masuk  ke dalam rumah melalui tontontan televisi dan internet.  Hari ini, Kamis (3/3) sebagian elemen kaum ibu yang tergabung dalam organisasi Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA) di wakili sembilan orang ibu delegasi mendatangi Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Thursday, March 3, 2016

Hidayat: Ada Ulama Duniawi Yang Selalu Membela LGBT

Hidayat Nur Wahid
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid terus mengingatkan bahayanya gerakan LGBT. Menurutnya,  LGBT merupakan paham yang  menyimpang. Para pelaku LGBT juga diancam  bakal mendapat azab dari Allah SWT. Karena itu gerakan LGBT tidak boleh dibiarkan menyebar  semakin luas.

Penyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid ketika menjadi pembicara pada acara talk Show dan bedah buku,  dari buku berjudul Shaidul Khatir,  cara manusia cerdas menang dalam  hidup. Buku tersebut ditulis ulama besar dari Bagdad  dan memiliki garis keturunan Abu bakar Ashidiq, yaitu Ibnu Al Jauzi. Acara bedah buku itu berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Senin (29/2). Selain Hidayat, acara tersebut  juga menghadirkan pembicara Ketua Persatuan Dai Indonesia (IKADI) Ahmad Sathori Ismail.