Tuesday, September 11, 2018

Hidayat Dukung Jawara Betawi Lestarikan Silat

HNW Dukung jawara Betawi lestarikan silat
JAKARTA - Minggu, 9 September 2018, di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, berkumpul ratusan pesilat dari berbagai perguruan. Selain dari Jakarta, mereka datang dari Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang. Para pelestari seni bela diri asli Indonesia itu berkumpul di lapangan hijau nan teduh itu selain bersilaturahmi antar pesilat juga untuk menyaksikan Deklarasi Jawara Betawi Brigade 411 Koordinator Wilayah Jakarta Selatan.

Di tengah ratusan pesilat, baik pesilat muda maupun para pendekar, hadir Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Kehadiran alumni Pondok Pesantren Gontor pada acara itu mendapat tempat istimewa dari para petinggi perguruan silat yang ada. Kehadirannya, selain disambut dengan musik gambang kromong, juga pertunjukan kemahiran silat. Pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu bahkan mendapat plakat dari para pendekar.

Sunday, September 9, 2018

Pesan Persatuan Dan Perdamaian Kembali Dikumandangkan Dari Monumen Merpati Perdamaian Kota Padang

Hermanto (peci jaket biru), Walkot Padang Mahyeldi (biru)
PADANG - Dari Monumen Merpati Perdamaian Muaro Lasak Kota Padang kembali dikumandangkan pesan persatuan dan perdamaian. Kali ini lewat sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Pagelaran Seni Budaya tradisional Minangkabau. Pagelaran seni budaya adalah satu metode sosialisasi Empat Pilar, selain lomba cerdas cernat (LCC). FGD, ToT, Debat Konstitusi, Kemah Empat Pilar, dan berbagai metode lainnya.

Dua tahun lalu, tepatnya 2016, pada saat Monumen Merpati Perdamaian ini diresmikan, tercatat perwakilan dari 36 negara di dunia hadir, dan menggelorakan semangat perdamaian ke seluruh dunia. Dan, Sabtu (08/09/2018), semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman juga digelorakan dari Monumen Merpati Perdamaian melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar dengan metode Pagelaran Seni Budaya.

Saturday, September 8, 2018

HNW : Cita-Cita Pendiri Bangsa Bentuk Negara Adalah NKRI

HNW: Cita-Cita Pendiri Bangsa adalah NKRI
JAKARTA - Di hadapan warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, 8 September 2018, saat Sosialisasi Empat Pilar, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengajak kepada semua kalangan untuk meningkatkan pemahaman kepada dasar negara Indonesia agar kita dapat meneruskan cita-cita para pendiri bangsa.

Dikatakan para pendiri bangsa berasal dari berbagai profesi, kalangan, dan asal usul. Disebut mereka berasal dari berbagai ormas. "Ada NU, Muhammadiyah, Sarekat Islam, dan lain sebagainya", ujarnya. "Mereka semua yang datang dari berbagai kalangan bisa bersepakat untuk Indonesia", ujar pria alumni Pondok Gontor itu.

Wednesday, August 29, 2018

Babak Baru Penyelesaian Kekerasan Terhadap Rohingya

Dr Sukamta: Kami apresiasi kerja PBB di Myanmar
JAKARTA - Penyelesaian kasus kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar memasuki babak baru setelah tim Misi Penari Fakta PBB memberi bukti-bukti terjadinya kekerasan dan genosida.

Sukamta, Ketua Komite Bela Rohingya DPP PKS, Rabu (29/8) di Jakarta menyatakan :

“Kami mengapresiasi kerja Misi Pencari Fakta (MPF) PBB di Myanmar. MPF PBB telah memberikan bukti-bukti yang memberatkan atas kejadian ini, bahwa telah terjadi kasus genosida terhadap Rohingya di Myanmar. Temuan ini adalah babak baru bagi upaya penyelesaian kasus kekerasan yang sudah menimpa minoritas Rohingya sejak puluhan tahun lalu.”

Monday, August 27, 2018

Pelarangan #2019GantiPresiden Cermin Demokrasi Tanpa Logika Sehat

Pelarangan #2019GantiPresiden Cermin Demokrasi Tak Sehat
JAKARTA (27/8) - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman miris melihat sikap Polri yang menyatakan aksi deklarasi #2019GantiPresiden di berbagai tempat di Indonesia berpotensi mengganggu ketertiban umum. Sohibul menilai sikap itu adalah improvisasi middle leaders di kalangan Polri dan kesalahan menerjemahkan perintah pimpinan.

"Menurut saya logika-logika itu hanya improvisasi middle leaders di kalangan Polri. Itu cermin kesulitan mereka menerjemahkan perintah pimpinan. Jika itu benar berarti kita sedang mengarungi demokrasi tanpa logika publik yang sehat. Ini pertaruhan fatal berbangsa dan bernegara. Sangat miris," kata Sohibul melalui cuitan di Twitter dengan akun @msi_sohibuliman pada Ahad (26/8/2018).