Monday, April 17, 2017

Sigit Sosiantomo: Kedaulatan Ditangan Rakyat Jangan Gadaikan

Sigit ingatkan pentingnya kedaulatan rakyat
SURABAYA – Sigit Sosiantomo, anggota MPR RI dari Fraksi PKS, mengingatkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar di Balai desa Klantingsari Tarik, Sidoarjo, Minggu kemarin (16/4).

“Bapak-ibulah pemegang kedaulatan negeri ini. Bapak dan ibulah yang menentukan menentukan arah dan kondisi negeri ini, baik atau tidaknya negeri ini.” Ujar politisi dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo ini.

Monday, April 10, 2017

Hermanto: Suara Masyarakat Jangan Sampai Terbeli Pemodal

Hermanto: Suara adalat aset politik paling berharga
SOLOK – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Hermanto meminta dengan sangat agar masyarakat tidak mudah menjual suaranya (vote) untuk kepentingan kaum pemodal (capital).

Sebab, jelas Hermanto, suara adalah aset politik rakyat yang paling berharga. Aset politik tersebut merupakan suatu yang sangat berharga untuk membangun kedaulatan rakyat berbasis Pancasila.

“Karena itu suara jangan sampai terjual untuk kepentingan kaum pemodal”, tandasnya pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Serbaguna RSUD Kota Solok, Sumatera Barat, Senin (10/4).

Sunday, April 9, 2017

Sukamta: Hadirkan Kembali Kompromi Kebangsaan

Dr Sukamta: Perlu hadirkan kembali kompromi kebangsaan
YOGYAKARTA – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Yogyakarta, Sukamta menilai elite politik perlu hadirkan kembali kompromi kebangsaan.

Hal itu perlu dilakukan dalam rangka meredam persoalan di tengah memanasnya suhu politik yang diakibatkan oleh Pilkada Jakarta belakangan ini, dimana sentimen suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat,

“Ada dua persoalan yang perlu untuk diperbaiki. Pertama, cara berkomunikasi elit politik dan kedua pengendalian terhadap info hoaks yang beredar,” papar Sukamta saat menanggapi pernyataan warga Yogyakarta dalam acara Sosialisasi MPR di Yogyakarta (9/4).

Tuesday, April 4, 2017

Wakil Ketua MPR: Kembali Ke NKRI Setelah Mosi Integral Natsir

Hidayat saat memaparkan Mosi Integral Natsir
JAKARTA - Problem kebangsaan dari umat Islam yang diragukan oleh sebagaian kalangan ditepis oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. “Lahirnya Mosi Integral Muhammad Natsir merupakan bukti betapa pedulinya politisi Islam terhadap kondisi negara yang terpecah-pecah karena hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda yang mengharuskan Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) dan terdiri dari beberapa negara bagian,” katanya.

Hidayat Nur Wahid mengatakan demikian saat dirinya menjadi pembicara dalam Seminar Fraksi PKS yang digelar di Gedung Parlemen, Jakarta, 3 April 2017. Dalam seminar yang bertema ‘Menolak Lupa, Memperingati Mosi Integral Natsir,’ tersebut dikupas mengenai catatan sejarah Mosi Integral Muhammd Natsir yang menyatukan kembali bangsa Indonesia ke dalam wadah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Hal demikian sebagai bukti betapa antara keislaman dengan politik, tidak bisa dipisahkan,” ujar Hidayat Nur Wahid di hadapan para peserta seminar.

Sohibul Iman: Indonesia Terlatih Kelola Perbedaan

Presiden PKS M Sohibul Iman
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, menyampaikan urgensi mengelola perbedaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Hal ini disampaikan dalam pidato pembuka Dialog Kebangsaan yang menghadirkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (3/4/2017).

"Sejarah kita telah membuktikan bahwa kita mampu mengelola perbedaan dalam jangka waktu yang cukup lama. Saat ini, kita bertugas untuk mengelola perbedaan tersebut," jelas Sohibul.