Thursday, September 28, 2017

Wakil Ketua MPR: Pendahulu Kita Adalah Pendakwah Dan Pejuang

HNW: Pendahulu Kita Adalah Pendakwah Dan Pejuang
JAKARTA - Dalam orasi ilmiah di hadapan wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir, Jakarta, 28 September 2017, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan dalam melakukan dakwah, para pendakwah akan menemukan banyak tantangan meski demikian bila berdakwah dengan penuh kesabaran maka dakwah yang dilakukan akan mampu membawa perubahan di masyarakat. "Dakwah bisa mengubah masyarakat dari yang sifatnya individualistik menjadi masyarakat yang rahmatan nilalamin," ujarnya.

Tuesday, September 26, 2017

HNW: Pelarangan Ideologi Komunis Masih Berlaku

HNW: Pelarangan Ideologi Komunis Masih Berlaku
SEMARANG - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan, pelarangan ideologi komunis di negara ini masih berlaku, sesuai TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966. Ia pun mengapresiasi langkah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo melakukan anjuran menonton film G 30 S PKI jelang peringatan hari kesaktian Pancasila.

Hal itu disampaikan Hidayat usia menyampaikan sosialisasi Empat pilar MPR dihadapan ratusan pengurus dan anggota Mathla'ul Anwar se provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Semarang (25/9). "Pelarangan terhadap komunisme di Indonesia masih berlaku dan sudah sangat jelas. Dan agar bangsa Indonesia senantiasa mengingatkan bahayanya PKI, tidak salah kalau kita menonton kekejaman G 30 S PKI," ujar Wakil Ketua MPR.

Wakil Ketua MPR Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

Hidayat dukung pemutaran film G30S/PKI
SEMARANG - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi langkah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melakukan anjuran menonton film G30S/PKI jelang peringatan hari kesaktian Pancasila. Kegiatan nonton bareng film G30S/PKI, tidak bermaksud  memecah persatuan. Tetapi, kegiatan itu justru dimaksudkan agar bangsa Indonesia senantiasa taat pada Pancasila. Dan mengingatkan bangsa Indonesia agar terus bersatu dan tidak tercabik oleh komunisme.

Hal itu disampaikan Hidayat usai menyampaikan sosialisasi Empat pilar MPR dihadapan ratusan pengurus dan anggota Mathla'ul Anwar se provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di  Semarang (25/9).

Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Sudah Banyak Berkorban Demi Bangsa Dan Negara

HNW: Umat Islam banyak berkorban untuk bangsa
SEMARANG - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berharap ormas Islam Mathla'ul Anwar bisa berperan besar dalam praktek pengamalan Pancasila. Seperti yang pernah dicontohkan oleh pemimpin Mathla'ul Anwar dimasa perjuangan, yaitu Maria Ulfa Santosa. Dia adalah wanita pertama yang bergelar sarjana hukum. Selain itu Maria Ulfa merupakan menteri sosial pertama, dan pengurus Pimpinan Pusat Mathla'ul Anwar.

Pada zamannya, Maria Ulfa merupakan satu dari dua perempuan yang ikut merancang konstitusi. Dia termasuk orang yang gigih mempertahankan Pancasila seperti  yang terdapat dalam piagam Jakarta. Tetapi Maria Ulfa juga bisa mengalah untuk menghilangkan tujuh kata dalam piagam Jakarta, semata-mata agar Indonesia tetap utuh, dan tidak bercerai berai.

Monday, September 25, 2017

Wakil Ketua MPR RI: Tidak Salah Jika Ada Hafidz Konstitusi

HNW: Tidak salah jika ada hafidz konstitusi
SEMARANG - Dihadapan keluarga besar  Mathla'ul Anwar Jawa Tengah, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan MPR senantiasa bekerjasama dengan berbagai kalangan dalam melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR. Ini dilakukan karena MPR tidak memiliki kaki di daerah, sehingga membutuhkan kerjasama dengan pihak lain termasuk Mathla'ul Anwar.

Pernyataan itu disampaikan Hidayat saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR dikalangan Mathla'ul Anwar Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Wisma Perdamaian Jawa Tengah, Jl. Imam Bonjol no. 29 Semarang. Turut hadir pada acara tersebut Ketua DPW Mathla'ul Anwar Provinsi Jawa Tengah H. M. Sumanto, S.H., M.H., dan sekjen Pimpinan Pusat Mathla'ul Anwar K. H. Oke Setiadi.